Iringan Piano Berdarah - Cerpen Horor

IRINGAN PIANO BERDARAH
Karya Rafida Salma

Pagi itu disalah satu rumah...
“Mah, besok kan udah mulai liburan. Kita mau jalan-jalan kemana ya?” tanya Kanza kepada mama
“Emmm.. Enaknya kemana ya? Mama sih nurut keinginan kamu aja” jawab mama
“Gimana kalo ke Bandung? Kangen nih mah.. Kira-kira paris van java dah berubah belum ya..? oiya mah, liburan kali ini papa bisa ikut kan? Kanza dah kangen banget nih..”
“Oke gak masalah. Sebelumnya mama minta maaf nak, tapi liburan kali ini harus kita jalani tanpa papa. Apa lagi sekarang papa lagi banyak kerjaan”
“Gitu ya mah. Yaudah deh Kanza nurut apa kata mama”
 
Seminggu kemudian, Kanza dan mamanya sudah berada di Bandung. Mereka menginap disalah satu hotel mewah disana. Kanza cukup merasa senang dengan liburan kali ini, walau pun tanpa didampingi papa. Sudah lima hari Kanza dan mamanya berlibur. Sekarang waktunya untuk pulang. Tetapi mereka terpaksa menunda waktu pulang selama satu hari. Dikarnakan Kanza yang tiba-tiba jatuh sakit. 

Malam itu, tepat saat bulan purnama muncul. Terlihat sebuah truk besar melaju amat kencang ke arah seorang anak kecil yang tengah berada di jalan mawar. Tanpa menunggu waktu lama, hanya dengan hitungan detik truk besar itu tlah merelakan nyawa seorang anak kecil terbang melayang dengan amat sia-sia. Kejadian itu diakhiri dengan hujan yang sangat deras.

Sehari kemudian. Kanza amat senang bisa kembali menempati rumahnya yang berada di jalan mawar. Tetapi entah mengapa Kanza memiliki firasat tak mengenakkan di rumah yang sudah bertahun-tahun mereka tempati. Matahari tlah berganti bulan, itu menandakan hari mulai gelap. Malam itu, tepat pukul 11 malam, tiba-tiba Kanza merasa amat kelaparan sehingga membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya untuk mencari makanan. Di tengah jalan tiba-tiba Kanza mendengar suara anak kecil menangis dan iringan piano yang bernada menyeramkan dari salah satu sudut rumahnya, Kanza yang penasaran akhirnya memberanikan diri untuk mencari asal suara itu. Setelah Kanza sampai di tempat asal suara itu, expresi wajah Kanza menjadi suram seperti orang yang ketakutan karna melihat seseorang yang sedang memainkan piano tersebut.

 Kanza menjadi amat terkejut setelah melihat piano kesayangannya yang indah menjadi berlumuran darah, ia semakin terkejut saat mengetahui bahwa yang memainkan piano itu adalah hantu anak kecil yang separuh wajahnya tlah hancur dan berlumuran darah. Kanza langsung berlari meninggalkan tempat itu dan kembali ke kamarnya. Tapi hantu itu terus-menerus mengejar Kanza. Hantu itu telah mengobrak-abrik kamar Kanza sekaligus melukainya. Suara keributan itu membuat mama terbangun. Mama bergegas menuju asal suara keributan itu. Mama amat terkejut melihat Kanza tergeletak tak berdaya di kamarnya yang amat berantakan seperti baru dilanda badai. Mama langsung berlari ke arah Kanza dan bertanya
“Kanza, kamu kenapa nak ? apa yang terjadi ?” tanya mama khawatir sambil memeluk Kanza
“Kanza takut mah, tadi Kanza lihat hantu anak perempuan mainin piano kita, terus dia ngejar Kanza dan setelah itu dia ngelakuin semua ini” jawab Kanza ketakutan

Mama terkejut “Kanza,, mama gak ngerti sama apa yang kamu katakan tadi. Disini gak ada orang lain selain kita !”
“Tapi mah !!!”
“Yaudah, pokoknya mama gak mau ada keributan gak jelas kayak tadi lagi ! Mendingan sekarang kamu tidur sana”.

Tak terasa sudah seminggu Kanza dan mama pulang dari Bandung. Dan tak terasa sudah seminggu hantu cilik itu menggentayangi kehidupan Kanza. Tapi sampai detik ini mama belum juga tau akan keberadaan hantu cilik itu dirumahnya. Suatu hari mama dan Kanza pulang sehabis berbelanja, setelah selesai merapikan bahan belanjaan Kanza berkata kepada mama untuk segera berpindah dari tumah ini, namun mama menolak ajakan Kanza. Di tengah perbincangan lagi-lagi terdengar suara piano mengerikan itu. Tapi kali ini mama turut serta mendengar suara piano itu. Mereka bersama-sama menuju ke tempat asal suara itu. Mama amat terkejut dan sempat tak percaya karna apa yang selama ini dikatakan Kanza itu benar, bahwa ada sesosok hantu di rumah ini. Tak kuasa menahan rasa takut, mama langsung berlari keluar, namun tiba-tiba Kanza mencegah mama untuk keluar dan berkata
“Gak akan ada gunanya jika kita lari. Hantu itu akan terus mengikuti kita !”
“Apa maksudmu nak ? Lalu kita harus bagai mana ?”

Tiba-tiba Kanza berjalan mendekati hantu cilik itu dan mencoba bertanya
“Kamu siapa ?”
“Aku Nabila” jawab hantu cilik itu
“Nabila, kenapa kamu selalu ingin menyingkirkan semua orang yang berada di rumah ini ?”
“Ini rumahku !! Aku tak ingin manusia-manusia yang jahat itu datang ke sini untuk mengusikku !!”
“Apa maksud manusia-manusia yang jahat ? Apa ini ada hubungannya dengan kematianmu ?”
“Tentu saja ada. Manusia-manusia itulah yang tlah membunuhku. Di tengah malam mereka menabrakku hingga jasadku terlempar ke halaman rumah ini !! Tanpa tanggung jawab sedikit pun, dan hingga detik ini jasadku masih ada di sekitar sini”
Tanpa disadari hantu cilik itu tlah menghilang. Dan akhirnya Kanza tersadar untuk mencari jasad hantu cilik itu.
 
Keesokan harinya Kanza dan mamanya mulai mencari jasad hantu anak kecil yang berada di sekitar rumahnya. Setelah 5 jam mereka mencari, akhirnya jasad itu ditemukan juga. Jasad yang tlah membusuk, berlumuran darah dan juga dihinggapi rayap dan belatung itu ditemukan di halaman rumah mereka. Kanza dan mamanya terkejut seakan-akan tak percaya. Akhirnya mereka tersadar dan berencana menguburkan jasad hantu cilik itu di kuburan terdekat.

Sehari kemudian... Sungguh diluar dugaan. Ternyata hantu cilik itu tetap berada di rumah itu dan sedang memainkan piano sambil menangis. Kanza amat terkejut dan berteriak aaaaaaa!!!. Hantu cilik itu langsung berbalik arah dan berkata
“Kamu manusia yang jahat !! Kamu ingin mengusirku dari rumahku sendiri !!”
“Ini bukan rumahmu !! Dan aku hanya ingin membuatmu tenang di alam yang seharusnya kamu tempati Nabila”

Tanpa basa-basi sedikit pun. Hantu cilik itu langsung menarik Kanza dan mama. Tetapi untunglah Kanza dan mama berhasil melarikan diri. Di luar rumah, terlihat sebuah truk besar yang menuju mereka semua. Hantu cilik itu teringat masa lalunya dan dia teringat bahwa pengemudi truk itulah yang membunuhnya. Hantu cilik itu langsung memberhentikan truk itu dan langsung membunuh sang pengemudi. Setelah itu hantu cilik itu berdiri dihadapan Kanza dan mama. Lalu hantu cilik itu berkata
“Terima kasih... Kalian memang orang yang baik. Sekarang nyawaku sudah bisa tenang”.

Keesokan harinya terdengar suara ketukan pintu. Lalu Kanza membukanya. Sungguh, Kanza merasa amat senang karna yang datang adalah papa. Kanza langsung memeluk papa dengan sangat kuat dan berkata
“Papa, Kanza kangen sama papa” ucap Kanza sambil tersenyum puas
“Papa juga kangen sama kamu nak. Ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan rumah kita ? Kenapa seperti habis dilanda badai ?”
“Ceritanya panjang pah. Emmmm... Sekarang kita ke dalam yuk. Bantu mama beresin rumah”
Semenjak itu. Tak ada lagi kisah hantu cilik. Dan mereka pun hidup bahagia selamanya.

PROFIL PENULIS
Nama = Rafida Salma
TTL = Yogyakarta, 4 November 2000
E-mail = rafidasalma04@yahoo.com
Facebook = Rafida Salma
Alamat = Yogyakarta, Jl. Wonosari KM 7 Baturetno Banguntapan Bantul


Share & Like