Bulpoin - Cerpen Motivasi

BULPOIN
Karya Hery Firman Ali

Hari membawa hari keberuntungan.Salah seorang siswa yang tengah beruntung menemukan sebuah bulpoin.Dirasa tidak ada yang punya,siswa tersebut seakan tak tau apa apa dan seraya tangannya memanjang dan mengambil bulpoin yang tergeletak dilantai kelas itu. “Lumayan....aku kan tidak punya bulpoin.Tumben tuhan sudah sangat baik padaku.” Pikirnya dalam ayang ayang.

Tiga menit berlalu.kemudian muncullah juga seorang siswi berkacamata dan bertubuh setengah bungkuk itu.Mondar mandir kanan kiri sesambil melihat kearah bawah bangku. “Apa kau melihat bulpoin ku?.” Tanya siswi yang bernama Malvis itu.Seakan tak tau tentang apa apa,siswa itupun menjawab, “Maaf,mungkin kamu salah orang.Seharusnya bukan aku yang kau tanyai.Mungkin kau bisa bertanya pada siswa yang lain.Karena aku rasa,aku sama sekali tidak tau soal bulpoinmu itu.jangan kan tidak tau,melihatpun aku tidak pernah.”
“Apakah kamu tau masalah yang sedang saya hadapi?” tanya Malvis dengan mata yang melirik kearah laci bangku milik siswa yang ia tanyai.Ditengokkannya kepala siswa itu.Sehinnga matanya tak luput dari pandangannya.Diam sejenak.Siswa itu tak langsung menjawab pertanyaan Malvis.makin saja matanya memperhatikan gerak gerik si Malvis yang selalu ia tatap erat laci mejanya. “Mungkin saja,tuhan sudah tau kalaulah aku berpura pura tidak tau akan bulpoinnya.Tetapi biarlah.Bukankah ini adalah hari keberuntungan pertamaku.Sia sia saja kalau aku jujur padanya.”
“Ya....aku tau masalahmu sekarang!.kamu kehilangan bulpoinmu kan?.” jawabnya.
“Bagaimana bisa kamu tau masalahku?”. Tanya malvis sekali lagi.
“Gerak gerik tubuhmu memberi jawabannya padaku.”
Dengan cetus,si Malvispun melanjutkan pencariannya.Sampai sampai anak sekelas pun sudah ia tanyai.
********

Keesokan harinya.dalam situasi belajar mengajar,siswa penemu bulpoin itu mencoba untuk menulis di secarik kertas bersobek.Berkali kali bulpoin itu di corat coret,tapi taj ada satupun bekas coretannya. “Sial.....Percuma saja aku berbohong dan berpura pura tidak tau hanya untuk mendapatkan bulpoin ini.Ternyata saja,isinya sudah habis.” Katanya seraya bergegas untuk membuang bulpoin itu ke sampah.
Terdiam,terbisu dan terpaku.Tanpa sengaja si malvis melihat jelas kalaulah bulpoin miliknya di buang .Ia seakan diam terbisu seribu kata kala mulutnya terkunci.

Berlarilah Si Malvis tanpa menghiraukan apapun.Bahkan tatapannya yang begitu tajam memendang bulpoin,membuatnya nyaris dan hamper saja menabrak seorangb guru yang barusan keluar dari kelas.
“Bagaimana bisa bulpoin itu ada di genggamanmu? Lalu kenapa kau membuang bulpoin itu?”. Tanya si Malvis sesambil membersihkan sepatu yang penuh dengan debu.Detak jantungnya tersa berdebar debar.Sehabis berlari sekencang kuda dan hamper saja menabrak guru sastrawan itu. “ Hmmmmm……aku hanya ingin bilang padamu.Jawabanmu tentang masalahku kemarin sangat amat salah.Kau tau,bulpoin itu sudah tidak ada lagi isinya.Dan aku juga takut jikalah guru yang kuanggap bersihan itu memarahi apalagi menghukumku jikalah dia tau sebeji bulpoin itu tidak aku buang.Untuk itulah,aku berusaha mati matian untuk menemukan bulpoin itu.Aku piker,aku akan menerina omelan pedas dari guru yang kurasa bersihan itu.”.

Siswa yang barusan membuang bulpoin itupun seakan mematung dan mengaku telah berdosa besar.Berusaha berbohong dan berpura pura tidak tau demi mendapatkan sebiji bulpoin tetapi seujung kuku pun tidak ada manfaatnya. “Mungkin tuhan merasa tak suka padaku.Sehingganya aku telah berdosa besar.” Katanya yang hamper saja terdengar oleh Malvis. “ Kenapa kau diam saja?. Bukankah aku sudah mengucapkan terima kasih padamu?”. SahutMalvis keheranan. “ Dengar..kalau engkau marah padaku,silahkan kau marah karena sebenarnya,kemaren aku yang menemukan bulpoin itu.Hanya saj aku berusaha berbohong dan seakan akan aku berpura pura agar aku bias memiliki bulpoin itu.Aku rasa,hal itu merupakan hari awal keberuntunganku.Tapi ternyata aku salah.” Jawabnya penuh sesal. “ Guys……keberuntungan itu bukan didapat saat kita tengah berbohong.Tetapi setelah kita melakukan kejujuran.Dosa besar adalah keberuntungan yang engkau dapat saat engkau melekukan kesalahan.Dan berlipat ganda pahala yang kau terima sesaat engkau melakukan kebaikan.Itu juga sebuah keberuntungan Guys.Makanya,semumpung kita masih diberi kehidupan,jangan pernah melalaikan kebaikan Guys.Semakin banyak kebaikan yang kita kerjakan,itu berarti,semakin banyak pula engkau menerima keberuntungan.”

PROFIL PENULIS
Nama : Hery Firman Ali
TTL : Pasuruan, 04 Februari 1998
Add fb;Hery Firman Aliansyah

Share & Like