Sister or My Boyfriend - Cerpen Remaja

SISTER OR MY BOYFRIEND
Karya Tri Irayani

“Hufftt.. Hujan!! Jadi ga bisa jalan sama Sera..” batin Vira kesal.
Ya...! malam ini malam minggu, biasanya Vira dan Sera memang sering jalan bareng, kalau nggk ke mall, ke taman kota, dan tempat-tempat lain yang susah dikasih tau satu-satu. Tapiiiii... malam ini hujan deras gagal total rencana yang telah disusun sedemikian rupa oleh Vira dan Sera. Rencananya malam ini mereka mau ngumpul bareng temen-temen kelas mereka di Cafe Sweet. Jadi, masalahnya ada disini, mereka kemana-mana masih naik motor, kalau kalian tanya ‘kenapa nggk naik mobil aja??’, jawabannya karena mereka nggk bisa naik mobil dan papa Vira belum ngijinin putri kesayangannya naik mobil, kata papa Vira, Vira baru di beliin mobil kalau dia udah lulus SMA. Vira sekarang masih kelas 2 SMA di sekolah kesayangannya diiii SMA Pertiwi.

HARI MINGGU....!! hari minggu adalah hari favorit Vira, karena dia bisa tidur lama-lama sampai siang! Karena hujan tadi malam bener-bener deras dan lama banget berhentinya, jadilah Vira ketiduran di ranjang empuknya.
Kringggg..!, jam beker berbentuk sepatu yang terletak di meja samping tempat tidur Vira berbunyi nyaring.
“aarrgghh... apa sih pagi-pagi gini jam bekernya bunyi! Ganggu orang lagi tidur aja!!” kata Vira sambil mematikan jam bekernya.
Vira masih terduduk di tempat tidurnya dan mengucek-ucek matanya. Dilihatnya jam beker dan ternyata jam masih menunjukkan pukul 05.30! Vira mencari hp kesayangannya dan Ia mendapat sms dari Sera, isinya begini: Vir, besok pagi jam 06.00 joging di tempat biasa ya.. gue tunggu..!. Dengan sangat terpaksa Vira melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Di kamar mandi..
“ternyata gue nggk jelek-jelek amat ya? Tapi kenapa gue belum punya cowok lagi setelah gue putus sama Gilang!!”kata Vira sedikit kesal.
Sebenarnya dia udah berusaha move on dari Gilang, sebenarnya dia nggk rela mutusin Gilang, siapa pun orangnya pasti nggk rela ngelepasin cowok cool, pinter, ganteng, kaya, baik, perhatian, jago main basket, suaranya bagus, bisa main gitar pokoknya cowok idaman semua cewek. Gilang emang kakak kelas, dia kelas XII IPA-1. Alasan kenapa Vira mutusin Gilang, kakak Vira yang namanya Rena yang sekarang kelas XII juga dan sekolah di SMA Pertiwi juga suka sama Gilang, katanya sih dari pertama ketemu sama Gilang dia udah jatuh cinta gitu, yahh Cinta Pada Pandangan Pertama!. Kak Rena sering curhat sama Vira tentang Gilang, tapi Vira nggk pernah cerita sama kakaknya kalau dia pacaran sama gebetan kakaknya, bisa ada perang dunia ke-3 kalau kakaknya tau, adeknya pacaran sama gebetannya! Atau yang paling parahnya Vira nggk dianggap adek lagi. Lah kok jadi curhat gitu ya.. lanjut baca aja deh,

Setelah beberapa menit di kamar mandi Vira segera keluar dan ganti baju. Vira menuruni tangga rumahnya dan dia melihat kakaknya sedang memakai sepatu.
“mau kemana kak?”tanya Vira.
“mau joging bareng Gilang,,”kata kak Rena sambil tersenyum manis.
“ohhh...”kata Vira singkat, padat, dan jelas.
Vira segera meninggalkan kakaknya ke belakang dan mengambil sepatunya. Sebenarnya hati Vira sakit saat mendengar kakaknya joging sama Gilang, biasanyakan Vira yang joging sama Gilang. Tapi sekarang dia harus mengalah demi kakak yang dia sayangi dia melepas Gilang. Setelah memakai sepatunya Vira segera mengambil kunci motor. Saat ia mengambil kunci motor, ia melihat kak Rena dan Gilang lagi mau joging. Vira segera menuju ke garasi dan mengambil motornya.
Di taman komplek rumah Vira, Sera udah nunggu Vira yang datangnya luambat banget!. Tak lama motor vira berhenti di depan Sera yang sedang berdiri dan hendak mengomeli sahabatnya yang satu ini.
“lo kemana aja sih Vira? Kan tadi gue bilang jam 06.00, sekarang udah jam 06.30..” omel Sera.

Tapi tak ada jawaban dari Vira, biasanya Vira selalu melawan omelan Sera. Tapi sekarang Vira diam seribu bahasa!
“lo kenapa Vir? Lo marah ya sama gue? Gue minta maap ya Vir..” kata Sera merasa bersalah.
“nggk Ser, gue nggk marah sama lo.. kakak gue lagi joging sama Gilang..”kata Vira lemas.
“lo putus sama Gilang kan demi kakak lo.. lo kan pengen kakak lo deket dan kalau bisa pacaran sama Gilang, itu keputusan lo Vir.. jadi sekarang biarin kakak lo bahagia, kalau lo emang jodoh sama Gilang, pasti Gilang bakal balik sama lo..” kata Sera.
“iya Ser..”kata Vira.
“ daripada lo mikirin Gilang lebih baik kita makan bubur ayam-nya pak Gatot. Laper nih...”kata Sera.
“bilang aja lo minta traktiran..”kata Vira.
“kalau elo nggk keberatan.. hahahah” kata Sera.
Sera emang sahabat yang paling baik, Sera selalu ada disaat Vira lagi sedih atau lagi bahagia, dan kata-kata Sera selalu nyentuh dan membuka pikiran Vira. Vira juga selalu ada di saat Sera lagi sedih atau lagi bahagia. Saling membutuhkan gitu. Jadi, pagi itu mereka nggk jadi joging. Tapi malah makan bubur ayam. (jadi lapar saya..bagaimana dengan anda?)
****

Hari ini hari Senin, Vira harus menjalakan aktivitasnya sebagai pelajar. Pagi ini Vira lagi nggk mood buat sarapan, jadi dia berangkat ke sekolahnya lebih cepat dari biasanya.
“ma,, papa mana?”tanya Vira.
“papa udah berangkat duluan tadi, katanya ada rapat mendadak”kata Mama.
“ohh... ma, Vira berangkat dulu ya?!” kata Vira.
“nggk sarapan dulu sayang?”tanya Mama.
“nggk usah ma.. nanti makan disekolah aja..”kata Vira.
“oh, yasudah,, hati-hati ya..”kata Mama Vira.
Vira segera keluar rumah dan segera menuju kesekolahnya. Vira sengaja pagi ini nggk berangkat bareng kakaknya. Maleeesss!!. Biasanya dia berangkat bareng kakaknya atau nggk sama Sera, tapi tadi katanya Sera mau dijemput sama cowok barunya. Katanya sih cowoknya anak XII IPA-2. Jadilah Vira berangkat sendiri kesekolahnya. Beberapa menit kemudian Vira sampai di sekolah dan langsung memarkirkan motornya. Saat di tempat parkir, sekolah Vira masih sepi dan disana Vira hanya melihat Gilang sedang ngobrol dengan beberapa temannya. Gilang menoleh kearah Vira dan segera menghampiri Vira. Saat Vira hendak pergi, tangan Gilang menarik lengan Vira.
“kak, tolong lepasin tangan aku, kita udah ga punya hubungan apa-apa. Pliss kak, lepasin..” kata Vira memohon.
“aku ga bakal lepasin tangan kamu sebelum kamu kasih tau alasan sebenarnya kenapa kamu mutusin aku..”kata Gilang.
“a..aku..kan udah bilang. Kita udah ga cocok kak..”kata Vira.

Tiba-tiba Gilang menarik Vira kepelukannya. Vira berusaha melepaskan diri dari Gilang, tapi Vira nggk bisa, karena pelukan Gilang terlalu kuat untuk Vira.
“kak, lepasin aku.. nanti ada orang yang lihat..” kata Vira.
“aku ga bakal lepasin kamu sebelum kamu kasih tau alasannya.. aku tau, sebenarnya kamu masih sayang sama aku kan? Aku juga masih sayang banget sama kamu Vira..”kata Gilang.
“ng..ng..aku ga bisa kasih tau kakak, kalau kita emang jodoh, pasti kita bakal sama-sama lagi..”kata Vira.
Gilang melepas pelukannya dan memegang pipi Vira.
“aku bakal nunggu kamu sampai Tuhan ngasih kamu buat aku..” kata Gilang.
“VIRA..!!!!” teriak kak Rena saat melihat Vira sedang bersama Gilang yang kemudian lari meninggalkan parkiran.
“kak Rena...”kata Vira lalu mengejar kak Rena.
Vira lari sekencang-kencangnya dan tak memperdulikan teriakan Gilang. Vira ingin menjelaskan semua yang terjadi barusan pada kakaknya, pasti kak Rena marah besar pada Vira. Vira tak menemukan kakaknya, dikelasnya, di wc, di mana pun tak ada. Akhirnya Vira memutuskan bicara pada kakaknya saat dirumah saja, ia pun segera menuju kelasnya.

Saat di kelas ia tak menemukan Sera, mungkin Sera belum datang, batin Vira. Vira segera menuju tempat duduknya. Pikiran Vira saat ini kacau, ia tak ingin kakaknya marah padanya, ia ingin kakaknya bahagia bersama orang yang dicintainya, tapi di sisi lain ia tak rela melepas Gilang, ia juga menyesal kenapa dia harus kenal sama Gilang dan pacaran sama Gilang!
“Vira, lo kenapa?” tanya Sera yang membuat Vira kaget.
“eh elo Ser,, kak Rena marah sama gue Ser,, tadi dia lihat gue sama Gilang waktu Gilang megang pipi gue, pasti dia nganggap gue adek yang nusuk kakaknya dari belakang!”kata Vira sedih, ia tak bisa membendung air matanya.
“ntar lo jelasin sama kakak lo, yang sebenernya..” kata Sera.
“kalau dia tambah marah sama gue?”tanya Vira.
“pasti kakak lo bisa ngerti, pasti dia bisa berpikir dewasa,”kata Sera.
“ntar gue coba Ser..”kata Vira sambil tersenyum.
“oke..”kata Sera.
“oiya, gimana sama cowok baru lo? Siapa namanya? Lupa gue..” tanya Vira.
“Rendi..yahh,, dia itu baik, perhatian, romantis.. tadi aja pas mau berangkat sekolah dia ngasih gue bunga mawar kesukaan gue..”kata Sera.
“oh,, bagus dong.. semoga langgeng deh sama dia..”kata Vira.
“amin.. kanti yukk..”kata Sera.
“ayokk,, laper gue..” kata Vira.

Mereka ke kantin dan membeli beberapa makanan ringan dan softdrink. Bel masukan berbunyi, tanda pelajaran dimulai. Pelajaran pertama hari ini Kimia! Dan Vira baru ingat ternyata ada PR.
“gue belum ngerjain pr kimia Ser.. Mampus gue..!!” kata Vira.
“gurunya gaada Vir, tenang aja..” kata Sera santai.
“iya,, tadi gue denger katanya gurunya ga masuk 2 minggu..”
“yang bener?”
“iya Vira sayang...”
Jadilah mereka hari ini nggk belajar Kimia..
Horeeeee.......!!!
#tepuktangan.
****

Toktoktok..
Vira mengetuk pintu kamar kak Rena,
“kak,, ini Vira.. aku mau ngejelasin yang tadi pagi kak..”kata Vira. Tapi tak ada jawaban dari kakaknya. Vira lalu membuka pintu kamar kakaknya, dan duduk di samping tempat tidur kakaknya.
“kak, aku emang pernah pacaran sama Gilang, tapi kita udah putus kak, aku putus sama dia karena aku sayang sama kakak, aku pengen kakak bahagia sama Gilang..”kata Vira.
“kenapa lo nggk jujur dari awal sama kakak kalau kamu pacaran sama Gilang?! Lo takut? Iya kan?” kata Rena
“aku ngomong dari awal atau sekarang, itu sama aja. Pasti kakak tetap marah sama aku, iya kan?”kata Vira.
“iya kakak marah sama kamu, nyesel gue ngenalin Gilang sama kamu!”kata Rena.
Awal perkenalan Gilang dan Vira saat Gilang datang kerumah Vira untuk menemui kak Rena. Ceritanya begini....
Toktoktoktok..
“eh, kamu Lang.. masuk..”kata kak Rena.
“iya..”kata Gilang lalu duduk di kursi.
“oiya, bentar ya gue ambil buku yang kamu pinjam..”kata kak Rena lalu pergi kekamarnya.

Setelah beberapa menit,,
“sorry, lama ya? Tadi lagi nyari dulu..”kata Rena lalu memberikan sebuah buku.
Dari arah dapur, Vira muncul dengan membawa minuman.Vira menaruh minuman tersebut di meja.
“oiya, Gilang ini Vira, adek gue..”kata kak Rena.
“Vira kak..”kata Vira lalu membalas jabatan tangan Gilang.
“Gilang..”kata Gilang. Vira lalu melepas tangannya dan segera menuju dapur.
“adek lo cantik ya..”kata Gilang.

Kak Rena hanya tersenyum kecut mendengar pujian Gilang untuk adeknya.
“oiya, toilet dimana ya Ren?”tanya Gilang.
“lo mau ke toilet, dari sini lo lurus terus sampai ke dapur, terus lo belok kanan, toiletnya ada di pojok situ”kata kak Rena.
“oh.. gue ke toilet dulu ya..”kata Gilang.
“iya..”kata kak Rena. Beberapa detik kemudian Gilang sudah tak terlihat lagi, tapi saat di dapur..
“vir,, toiletnya dimana ya?”tanya Gilang yang membuat Vira kaget, saat itu Vira sedang mencuci piring.
“eh kak Gilang, ngagetin aja, kakak mau cari toilet? Itu kakak lurus terus, nyampe deh..”kata Vira.
“oh,, makasih ya Vir..”kata Gilang.
“iya kak,,”kata Vira. Setelah beberapa menit Gilang di toilet, ia keluar.
“vir, boleh minta nomer hp lo nggk?”tanya Gilang.
“boleh,, 081296251197..”kata Vira.
“makasih ya Vir..”kata Gilang sambil memasukkan hpnya kedalam kantong celananya.
Gilang lalu keluar dan pamit pulang pada kak Rena. Sejak saat itu, Gilang dan Vira sering smsan, dan sampai akhirnya mereka berdua pacaran.
Vira keluar dari kamar kak Rena dan kemudian pergi ke kamarnya, ia mengunci kamarnya dan akhirnya ia tertidur pulas.
Keesokan harinya, seperti biasa Vira bangun, terus mandi, terus sarapan, terus kesekolah, terus pulang, terus tidur, terus ngulang lagi. Tapi pagi ini ada yang berbeda, saat di meja makan Vira dan kak Rena saling diam, sampai Mama mereka bingung melihat kedua putrinya yang berubah 180˚. Pagi ini Vira masih berangkat sendiri, dan seperti biasa saat Vira sampai di sekolah dan tepatnya saat diparkiran, Gilang dan teman-temannya duduk di tempat kemarin, secepatnya Vira segera menuju kelasnya dan menghindar dari Gilang. Saat istirahat, lagi-lagi Vira bertemu dengan Gilang, saat itu juga ia urungkan niatnya untuk ke kantin, nahan lapar. Saat pulang sekolah Vira segera mengambil motornya dan pulang.

Sudah hampir dua minggu Rena tidak menegur adiknya, mungkin dia masih marah pada Vira. Dan selama itu juga Vira menghindar dari Gilang. Sampai Ujian Nasional pun Rena belum juga menegur adeknya. Tapi pagi itu ada yang berbeda, Vira sedang duduk di pinggir kolam renang, tiba-tiba ada yang memegang pundak Vira.
“vir..”kata kak Rena.
“eh, kak Rena.. kenapa kak?”
“kakak mau minta maaf sama kamu, nggk seharusnya kakak marah, nggk seharusnya kakak ngelarang kamu pacaran sama Gilang. Buat apa kakak nunggu orang yang jelas-jelas nggk cinta sama kakak..”kata kak Rena.
“aku juga minta maaf sama kakak, dulu itu aku bodoh banget nerima Gilang, padahal kakak yang cinta banget sama Gilang..” kata Vira.
“kakak udah maafin kamu, kakak udah bisa ngelupain Gilang, sekarang aja kakak lagi pacaran sama Dani.. oiya Vir, kamu masih sayang sama Gilang?”tanya kak Rena.
“kak Dani yang sekelas sama kakak dulu?emmm... masih kak..”kata Vira malu.
“iya, yang pakai kacamat itu loh.. kamu tau kalau Gilang mau lanjut kuliah di Paris?” tanya kak Rena.
“Gi..gi..gilang mau ke Paris?” tanya Vira terbata-bata.
“iya, kemarin dia bilang ke kakak, dia mau ke Paris besok lusa..”kata kak Rena.

Vira hanya diam saja, dia bingung apa yang harus ia lakukan.
“kok diem? Telpon Gilang gih..”kata kak Rena.
“buat??”tanya Vira.
“nggk usah banyak tanya deh, telpon aja cepet...”kata kak Rena sambil mengusir adeknya. Tanpa ba bi bu lagi Vira melaksanakan perintah kakaknya. Di ambilnya hp kesayangannya dan segera memencet nomer hp Gilang. Tetapi ada panggilan masuk dari Gilang.
“halo..”
“halo Vir, ini Gilang..”
“kak Gilang, ada apa kak?”
“aku pengen ketemu sama kamu Vir, ada yang mau aku bicarain..”
“kapan kak?”
“jam 5 sore, kakak jemput ya..”
“emm....”
“pliss, jangan di tolak Vir..”
“iya deh kak..”
“oke, sampai ketemu nanti..”
Tut..tut..tut.. telpon sudah terputus.
****

Sore itu Gilang menjemput Vira dengan mobil. Vira saat itu sudah berpenampilan cantik dengan mengenakan drees yang panjangnya selutut. Dengan rambutnya yang panjang dibiarkannya terurai. Sampai akhirnya mereka berdua sampai di pantai. Mereka duduk di tempat duduk yang di sediakan di pinggir pantai.
“Vir..”
“ya kak??”
“kamu udah tau kalau kakak mau kuliah di Paris?”
“udah kak, dari kak Rena..”
“kakak tau alasan kamu kenapa mutusin kakak..”
“ka..kakak tau dari mana?”
“Rena udah cerita semuanya sama kakak, tapi kakak bilang, kakak lebih sayang sama kamu kakak nggk pengen kehilangan kamu Vir..”kata Gilang sambil menggeng
“kak Rena??”
“iya Vir.. Vir, sampai saat ini kakak masih sayang sama kamu.. kakak nggk kehilangan kamu lagi..”
“Vira juga masih sayang sama kakak..”, Gilang langsung memeluk Vira erat-erat.
“jadi sekarang kita balikan?”
Vira hanya mengangguk.
SELESAI

Baca juga Cerpen Remaja yang lainnya.
Share & Like