Air Mata Terakhir - Cerpen Sedih

AIR MATA TERAKHIR
Karya Setya Rini

Aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini dan aku juga orang yang paling menderita.
Namaku Ajie dan bersama gadis yang aku cintai,Namanya Bunga.

Kisah ini berawal saat aku menjalin cinta sama bunga,aku menjadi orang yang sangat bahagia,dan kisah cinta sudah kita bangun semenjak kita SMA,tanpa sepengetahuan orangtua bunga,karena aku tahu,orangtuanya pasti akan melarangnya,apalagi orangtuaku hanya seorang buruh tani di perkebunannya.

Sudah hampir 4thn aku dan bunga berpacaran,dia sangat menerima aku apa adanya,dia selalu baik dengan aku dan juga dengan keluargaku,

Sudah 2 minggu ini aku gak melihat bunga,dan dia juga gak masuk kuliah,aku takut terjadi apa-apa sama dia.

MAlam semakin larut,aku terbangun dari tidurku,malam yang semakin sunyi membuat aku takut,takut untuk menghadapi semuanya.Saat aku bermimpi dia pergi jauh meninggalkan diriku,aku meneteskan air mataku,aku terlalu lemah hidup tanpa dia,dan aku takut semua itu menjadi nyata.
***

Seperti biasa aku berangkat kuliah pagi-pagi sekali.Dan saat aku sampai,aku sudah melihat bunga di depan pintu gerbang,tak seperti biasanya dia berangkat pagi,dan sudah hampir 2 minggu ini dia baru kelihatan.Senyumnya mengembang saat aku tanya dia.
"Sendiri?"
"Iya,soalnya teman-teman belum berangkat" jawabny,suaranya yang lembut membuat hatiku menjadi damai,begitu indah senyummu,yang diwarnai bibir merahmu,dan saat mata itu memandang,terasa menusuk hati.Masih saja sama seperti saat kita bertemu dulu.
"Mengapa kau baru kelihatan,apa kamu sakit?" tanyaku cemas.
Tiba-tiba kau menangis,air matamu membasahi pipi merahmu,membuat aku kuatir.
"Mengapa kau menangis? apakah semua itu gara-gara diriku?" aku semakin kuatir melihat kau yang terus menangis.

"mas Ajie.,.hu..huhu,.. kau pun memeluk tubuhku. Kamu gak akan tinggalin aku kan mas?"

Tangismu semakin menjadi-jadi..mungkin aku tahu penyebab kamu menangis.
"Kamu tahukan,saat kupu-kupu keluar dari kepompongnya? walaupun kupu-kupu itu susah keluar,tapi dia akan berusaha sekuat mungkin untuk keluar,karena demi mendapatkan keindahan yang selama ini di idam-idamkan.Begitu pun aku sayang,aku akan berusaha tuk menjaga cinta kita,agar tetap abadi..kamu taukan,percayalah padaku kasih?"
Kasihpun mulai tersenyum,dan aku terasa sangat senang melihat dia tersenyum kembali.
****

Pagi berganti siang dan siang telah berganti malam,dengan menebarkan bayangannya diatas gubuk kumuh ini.Aku duduk termengu membayangkan wajah cantiknya, senyumnya yang indah,dan sifatnya yang manja membuat aku semakin merindu.Tiap malam aku selalu bersusah payah memikirkan dia.
Begitu susahnya saat kau tidak lagi disini,saat kau disana dengan seseorang yang tidak kau cintai,begitu menderitanya dirimu dan diriku,betapa sakitnya hatiku saat kau disana terluka.

Sesaat terdengar suara jeritanmu,akupun tersenyum,lamunanku semakin kacau bahkan aku hanya mendengar jeritanmu.Dan semakin lama suara itu semakin dekat,aku rasa itu hanya angan-anganku saja tetapi semua itu menjadi nyata.

Bunga nampak lari terseok-seok menghampiri diriku,akupun mencoba lari menghampiri bunga,tetapi apa yang aku lihat,seseorang menarik tubuh bunga begitu keras,dan itu adlh anak buah dari orangtua Bunga.Bunga menangis begitu keras,suaranya menyobek malam yang semakin larut.
"Mas Ajie....!!toloong..!"
Katanya begitu keras,air matanya mengalir tanpa henti.
Saat kau berhasil melepaskan diri,kau berlari memeluk tubuhku erat-erat seakan tidak ingin lepas.Tiba-tiba benda keras jatuh dikepalaku,berulang-ulang benda itu memukulku,Bunga menjerit-jerit mencoc melindungi diriku,dan sesaat aku terjatuh,orang itu membawa Bunga pergi,aku mencoba menahannya tetapi pukulan itu semakin keras,suara bunga semakin keras bercampur dengan suara tangisannya,aku semakin tidak ingin menyerah,tapi pukulan itu membuat aku tidak berdaya,orang itu membawa Bunga,bahkan dia memukul Bunga,aku mencoba berdiri,tapi kepalaku terasa sangat sakit.Tubuh Bunga semakin jauh dari pandanganku,,suaranya semakin hilang dalam pendengaranku.Dan saat itu aku tidak sadarkan diri.

Saat aku mulai membaik,aku mencoba datang ke rumah Bunga,walaupun badanku penuh luka,dan perlu menggunakan tongkat untuk berjalan sejauh 3 km untuk kerumahnya.Tetapi saat aku memanggilnya tidak ada satu suarapun yang menjawabnya.

Seorang tetangganya memberitahuku bahwa orangnya telah pindah ke luar kota,aku mencoba mencari kabar tentang Bunga tetapi tidak ada satu orang pun yang tahu.Dan aku dengar kabar terakhir yang aku dapatkan dari Bunga.Padahal aku sangat merindukannya dan berharap aku bsa mendengar suaranya,melihat senyumnya,dan memandang wajahnya walaupun hanya sebentar.Tetapi semua itu hanya mimpi,bertahun-tahun aku menanti dirinya kembali ke pelukanku,tetapi dia tidak pernah datang juga.
Aku hanya bisa berdoa agar dia selalu bahagia dan selalu sehat.

Waktu yang terlalu lama menunggu membuat aku semakin rapuh.
Hingga akhirnya aku menutup mata untuk selamanya.Aku tetap mencintainya selalu.

TAMAT

PROFIL PENULIS
Nama : Setya Rini
Alamat : Batang,Jawa Tengah.
Add facebook : Setya Rini
Email:rinisetya32@yahoo.co.id

Baca juga Cerpen Sedih yang lainnya.
Share & Like