Cerpen Persahabatan - Kejutan Ulang Tahun

KEJUTAN ULANG TAHUN
Karya Bella Baaqi Herlana

Di pagi yang cerah aku terbangun pada kondisi yang kurang baik seperti beberapa hari sebelumnya. Mentari yang bersinar cerah pagi itu rupanya tak berpengaruh pada kondisi tubuhku yang saat itu sedang mengalami penurunan. Rasanya ingin sekali pergi bergegas keluar dan menikmati indahnya dunia,berangkat kesekolah,bertemu teman – teman berbagi canda dan tawa. Namun apa daya, keadaan mengharuskanku untuk tetap berdiam diri dan tak melakukan aktifitas diluar rumah.
Hari itu hari Senin, tanggal 31 Januari 2011, selang satu hari sebelum hari ulang tahunku yang k-16 yang jatuh pada tanggal 1 Februari.

Hari “Ulang Tahun” biasanya memang menjadi hari yang ditunggu – tunggu. Karena dihari itulah biasanya terlontar limpahan ucapan selamat dan doa –doa yang turut serta dipanjatkan. Doa – doa dan ucapan selamat dari orang terdekatlah yang biasanya menjadi pelengkap sekaligus sepesial dihari ulang tahun. Dihari ulang tahun pula biasanya menjadi moment /saat – saat yang tepat untuk seseorang menjahili orang yang berulang tahun, bahkan menjadi moment yang sangat tepat untuk seseorang memberi kejutan indah yang berkesan yang nantinya mungkin tak akan terlupakan.
Terkadang memang banyak hal aneh dan unik terjadi yang dilakukan orang – orang untuk memperingati hari kelahiran seseorang atau yang disebut hari ulang tahun.

Kembali pada pengalaman yang baru saja aku lewati beberapa bulan yang lalu, pengalaman pribadi yang saat ini masih terasa hangat dan tergambar jelas dalam angan. Masih pada tanggal 31 Januari, tak ada hal yanng istimewa, semua terasa biasa saja diumurku yang masih terhitung 15 tahun. Aku pun masih merasa aku hanyalah seorang gadis kecil yang masih sangat butuh bantuan dari banyak pihak, yang hidup masih mengandalkan orang tua, yang masih menumpang tinggal dirumah orang tua, dan masih meminta uang jajan setiap harinya dari orang tua pula. Aku masih merasa menjadi gadis manja, yang sedang mencoba menjadi sosok yang lebih dewasa.

Ditambah dengan kondisi fisikku yang kuarang baik saat itu, semakin menjadikan hari itu menjadi hari yang biasa saja bahkan cenderung buruk. Bagaimana tidak, dihari itu aku tidak dapat pergi keluar rumah,bahkan untuk bersekolah. Yang aku lakukan hanya terbaring diatas kasur dan tumpukan bantal. Hanya dapat memandang layar telepon genggam dan layar televisi. Diliputi rasa mual, pening, dan segala macam rasa yang tidak dapat aku ungkapkan lagi.

Waktu pun terus bergulir, pagi telah berganti malam. Dikediamanku tetap kurasakan hangatnya kasih sayang ibu yang tetap mencurahkan kasih sayangnya saat aku sedang terbaring sekalipun.
Sesaat , ku lihat raut wajah ibuku. Tergambar jelas kekhawatiran menyelimuti hatinya. Dengan sabar dia selalu mengingatkanku untuk menjaga kondisi tubuhku yang akhir – akhir ini memang selalu mengalami penurunan.

Malam itu waktunya makan, seperti biasa mama mendatangi kamarku dan kemudian berkata, “bey,ayo makan dulu! Mumpung masih anget.” Dan aku pun biasanya membalas seruan mamaku dengan ucapan,”Iya ma,sebentar.” Tanpa pergi bergegas meninggalkan kamar. Tawaran mamaku biasanya terus berlanjut , karena hanya dengan satu kali menyuruhku makan itu tidak menyurutkan niatku untuk menunda waktu makanku. Kehangatan kasur dan selimut saat itu membuatku semakin malas untuk bergegas meninggalkan kamar ,semua seakan mendekapku dan menahan ku untuk beranjak. Mama yang saat itu mengetahui kalau aku sedang sakit mengurungkan niatnya untuk menyuruhku mengambil makanan keluar, mama lebih memilih untuk membawakanku makanan dan menyuruhku meminum obatku setelahnya.

Waktu makan selesai, jam 09:00 malam mama kembali kekamarku dan kemudian dia berkata,”bey,udah malem. Jangan maen HP terus,cepetan tidur!”. Dengan berat hati aku meninggalkan rutinitas ku menjelajahi dunia maya di account facebook ku. Setelah aku mematikan lampu kamarku, aku mencoba untuk memejamkan mata. Namun ,sesering aku mencoba untuk itu,aku semakin tak kuasa untuk terlelap.

Sesekali aku melihat layar televisi yang tak menyala dihadapanku, timbul hasrat untuk menyalakannya. Aku pun berbalik membelakangi layar itu, yang terlihat justru remote dari televisi tersebut. Semakin dan semakin menumbuhkan hasratku untuk menekan tombol POWER (ON). Alhasil televisi pun menyala. Selang beberapa menit kemudian, ibuku sayang kembali memasuki kamarku dan langsung menekan tombol POWER(OFF) ditelevisi, penonton kecewa, namun apa daya. Mama kembali berkata, “bey,katanya pusing? Cepetan tidur. Bukan nonton tv!”. Aku tertunduk lesu, dan kembali berjuang untuk memejamkan mata.

Saat itu aku berhasil tertidur, namun malam harinya sekitar pukul 11:00 malam aku terbangun dari tidurku karena tak kuasa menahan panggilan alam (BAK). 5 menit berlalu, setelah dari kamar mandi ternyata aku tak dapat memejamkan mata kembali. Sesekali aku menatap layar handphone ku dan timbul hasrat untuk menjelajah dunia maya kembali sembari menanti ngantuk. Selang beberapa menit, ibuku tersayang kembali mengontrol kamarku dan aku tertangkap basah tak sedang tertidur. Mama mulai sedikit geram dan mencoba mengambil telepon genggamku. Aku mencoba tertidur kembali tanpa menghiraukan perlakuan aneh mamaku malam ini.

Jam dinding yang tak henti berdetak menunjukan waktu malam berlalu hingga sampai pada pukul 12:00 pergantian tanggal dari 31 Januari ke 1 Februari. Saat itu aku sedang berada dialam mimpi, sedang tertidur lelap. Sampai pada akhirnya aku kembali terbangun dari tidurku dan dihadapkan pada sebuah kenyataan.

Kenyataan bahwa saat itu ada kerlipan lilin – lilin kecil diatas kue tart, dan untaian nada selamat ulang tahun yang dibawakan oleh 4 orang yang istimewa dikehidupanku. Mereka saat itu ada tepat disaat pergantian usiaku. Kejutan manis yang ternyata telah mereka siapkan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya, membuat aku merasa semua itu hanyalah sebatas mimpi dari buah tidurku malam itu. Namun, beberapa kali aku tersadar dan menyadari bahwa semua itu nyata. Dan tanpa kami sadari ada air yang menetes dipipi kami semua, sebagai wujud air mata bahagia yang saat itu tidak terbendung lagi.

Puji syukur tak lupa ku panjatkankepada Allah SWT, karena telah memberikanku kesempatan untuk menikmati indahnya dunia diantara orang – orang yang selama ini menyayangiku. Dan malam itu telah ku niatkan, untuk selalu bersyukur dan mencoba berubah menjadi sosok yanng lebih baik untuk kedepannya.

Selesai...

PROFIL PENULIS
Nama : Bella Baaqi Herlana
fb : Bella Baaqi Herlana
twitter : @HerlanaBella

Share & Like